Home Blogger Templates Blogger Tricks & Hacks Tools & Generators Blogs Directory Blogger Falling Objects

Merajut Asa dan Impian di Kaki Gunung Sago

02.47
 


  

Dari Jauh terlihat hamparan Pohon Aren atau Enau.  Masyarakat memanfaat budi daya Enau dalam pembuatan Gula Aren atau gula Merah, dan Buah juga dimanfaatkan untuk pembuatan kolang kaling, campuran untuk minuman atau Golak. Produksi kolang kaling menengkat pada saat memasuki bulan suci ramadhan.

Read On 0 komentar

MARAWA MINANGKABAU

02.15
 Dari mana asal muasal nama Minangkabau? Banyak versi. Ada menyebut berasal dari Menanga Kerbawa ( Menang Adu Kerbau ), Phinang Khabu ( Tanah Asal ) atau Manwa Kanvar ( Pertemuan dua aliran sungai Kampar).

Minangkabau, memiliki wilayah hukum adat dan kebudayaan yang tidak sama dengan wilayah administratif Sumatera Barat. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat, separuh daratan provinsi Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, bagian selatan Sumatera Utara. Termasuk kawasan barat daya Aceh dan Negeri Sembilan di Malaysia.
Menurut A.A. Navis, Minangkabau lebih kepada kultur etnis dari suatu rumpun Melayu yang tumbuh dan besar karena sistem monarki serta menganut sistem adat yang khas, yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan atau matrilineal, walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam.
Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia. Selain itu, etnik ini juga menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa pra-Hindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum. Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan Adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum, hukum bersendikan Al-Qur’an). Itu berarti adat berlandaskan ajaran Islam
Benarkah Marawa sebagai bendera Minangkabau? Marawa ( yang warnanya sama dengan bendera Jerman ), dalam adat Minangkabau bukan hanya sekedar umbul-umbul, tetapi punya arti dan makna tersendiri bagi masyarakat Minangkabau.
Marawa ini terdiri dari dua macam perpaduan warna:  Pertama,  perpaduan empat warna yaitu; hitam, kuning, merah dan putih, disebut Marawa Kebesaran Adat Minangkabau. Kedua, tiga warna yaitu; hitam, kuning dan merah, disebut Marawa Kebesaran Alam Minangkabau.
Marawa merupakan lambang atau pencerminan wilayah Adat Luhak Nan Tigo.
Warna kuning, melambangkan Luhak Tanahdatar ( aianyo janiah, ikannyo jinak dan buminya dingin).
Warna merah melambangkan Luhak Agam (airnyo karuah, ikannya lia dan buminya hangat) dan
Sedangkan warna hitam melambangkan Luhak Limopuluah Koto ( aianyo manih, ikannyo banyak dan buminyo tawar).
Apa makna dari warna Marawa? Setiap warna-warna tersebut mempunyai arti sendiri tidak terkecuali tiangnya, yaitu:
Marawa Kebesaran Adat Minangkabau ( Empat Warna )
Tiang : Melambangkan mambasuik dari bumi.
Hitam : Melambangkan tahan tapi serta mempunyai akal dan budi
Kuning : Melambangkan keagungan, punya undang-undang dan hukum
Merah : Melambangkan keberanian, punya raso jo pareso
Putih : Melambangkan kesucian, punya alua dan patuik.
Tata cara pemakaian:
1. Dipakai atau dipasang ketika upacara adat kebesaran Ninik Mamak Pemangku Adat (urang ampek jinih dan jinih nan ampek)
2. Dipakai atau dipasang ketika pelantikan/pengambilan sumpah penghulu, manti, malin dan dubalang.
3. Marawa empat warna dipasang kiri-kanan gerbang tempat acara adat, didampingi marawa yang berwarna sesuai dengan jabatan yang     diangkat ( satu warna )
Marawa Kebesaran Alam Minangkabau ( Tiga warna )
Tiang : Melambangkan mambasuik dari bumi,
Hitam : Melambangkan tahan tapo serta mempunyai akal dan budi dengan kebesaran Luhak Limopuluah. Kalau acara di wilayah adat Luhak Limopuluah, maka marawanya berwarna hitam sebelah luar. Catatan : warna daerah Limopuluah Koto adalah biru.
Merah : Melambangkan keberanian punya raso jo pareso dengan kebesaran Luhak Agam. Jika acara di wilayah Luhak Agam maka marawa berwarna merah sebelah luar. Catatan : warna daerah Agam adalah merah ( sirah ).
Kuning : Melambangkan keagungan, punya undang-undang dan hukum dengan kebesaran Luhak Tanahdata. Jika acara di wilayah Luhak Tanahdata, maka marawanya berwarna kuning sebelah luar. Catatan : warna daerah Tanahdata adalah kuning.
Tata cara pemakaian:
1. Dipakai atau dipasang ketika acara nasional atau acara daerah serta acara keagamaan, seperti; Peringatan 17 Agustus dan hari nasional lainnya,  peringatan hari besar Islam ( Idul fitri, Idul Adha, Isra’ Mi’raj, Maulid nabi, 1 Muharram dan lainn sebagainya )
2. Dipakai atau  dipasang ketika pelantikan/pengambilan sumpah pejabat nasional dan daerah atau menyambut kunjungan para pejabat Internasional,  nasional dan daerah sewaktu berada di sumatera barat atau ranah minang
3. Marawa tiga warna dipasang kiri-kanan gerbang tempat upacara pelantikan pejabat di tempat acara tersebut sedangkan marawa yang  mendampinginya adalah marawa berwarna satu, berwarna dua yang diambil dari warna marawa kebesaran alam minangkabau
Insya Allah, besok-besok kita katangahkan soal lain.  Deflaming Imam Mandaro, S.SosI .
Referensi: 1. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas 2. Dari buku Tau Jo Nan Ampek Editor: Drs. M. Sayuti Dt. Rajo Penghulu, M.Pd dengan tim penyusun Riky Rizelni,M. Fajar Sanugra,  Maulana Rizki dan Sri Febi Kurnia. Penerbit Mega Sari Kerjasama Sako Batuah.
Sumber : http://marawanews.com/2011/01/06/marawa-minangkabau-melambangkan-keagungan-keberanian-dan-kesucian.html
Read On 0 komentar

Pasilihan Dan Sulit Air Kecamatan X Koto Di Atas, Kabupaten Solok

08.17
Nagari Pasilihan merupakan salah satu nagari yg terdapat di Kecamatan X Koto Di Atas, Kabupaten Solok. Daerah dengan luas 2.800 Ha ini terbagi atas empat jorong,yaitu Jorong Sawah Luar, Jorong Koto Gadang yang merupakan pusat pemerintahan nagari,Jjorong Payo Anyir, serta Jorong Padang Datar. Di sebelah utara nagari ini berbatasan dengan Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar, sebelah selatan dengan Nagari Sulit Air Kabupaten Solok, sebelah barat dengan Nagari Bukit Kandung Kabupaten Solok, dan sebelah timur berbatasan dengan Nagari Talawi Kodya Sawahlunto. Jarak tempuh dari nagari ini ke pusat kecamatan sekitar 18 km, ke ibukota kabupaten sejauh 62 km, serta jarak dengan ibukota propinsi adalah 102 km.

Sulit Air adalah sebuah nagari (setingkat pemerintahan desa) di bawah Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia. Semenjak dahulu, nagari Sulit Air terkenal sebagai pusat pemerintahan atas 13 jorong, pusat ekonomi, pusat agama, pusat pendidikan dan pusat kebudayaan.



Read On 0 komentar

Sejarah Berdirinya Expeditions / Adventure

08.10
 بسم الله الر حمن الر حيم


Dan Dengan Syukur, Atas Nikmat Dan Rahmat Allah, Saya akan mempersembahkan sejarah berdirinya / cikal bakal Expeditions / Adventure berkelana (berdiri)  ^_^, Waktu Itu Tanggal 12 Bulan 09 Tahun 2012, Saya dan Abang bernama Edrizal Putra Labuh, S.Pd.I, Kami membeli sebuah kamera pochket atau kamera saku, disebuah toko kecil, di kota Bukittinggi, walau sebelumnya kami sudah mampir ke beberapa toko besar tapi tidak yang cocok, kami sempat berputus asa, hingga akhirnya kami tertuju kesebuah toko kecil mungil, disana kami menemukan yang cocok dan sesuai. 
Harapan, Semoga Expeditions / Adventure bisa jaya, berkembang terus, dan hidup terus. Setelah mendapat yang dicari, Pucuk dicinta ulam pun tiba, karena kami berada di daerah wisata di Bukitting, langsung saja kami mempraktekkannya. munkin ini adalah hasil jepretan perdana kami dari kamera pochket Fuji, munkin hasilnya kurang memuaskan, maklum perdana ^_^. Kebanyak pada edisi perdana ini kami banyak memakai foto potrait, yang fokus pada model. mmm, munkin itu saja sejarah singkat Expeditions / Adventure. Munkin langsung saja kita ke TKP.
Pertama Kami berkunjung ke Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan (bunker) perlindungan yang dibangun tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan. Sebelumnya, Lubang Jepang dibangun sebagai tempat penyimpanan perbekalan dan peralatan perang tentara Jepang, dengan panjang terowongan yang mencapai 1400 m dan berkelok-kelok serta memiliki lebar sekitar 2 meter. Sejumlah ruangan khusus terdapat di terowongan ini, di antaranya adalah ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata. Selain lokasinya yang strategis di kota yang dahulunya merupakan pusat pemerintahan Sumatera Tengah, tanah yang menjadi dinding terowongan ini merupakan jenis tanah yang jika bercampur air akan semakin kokoh.




 Setelah Menikmati, Suasana Lubang Jepang, yang begitu Exstrem dan menegangkan, kebetulan waktu hari sudah hampir sore, kami melanjutkan perjalanan ke Jengjang Koto Gadang, Letaknya di antara Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi di Sumatera Barat, berupa jembatan sepanjang 1,7 km.





Melambai di atas jembatan penyeberangan
 Sekian Terimakasih ^_^
Read On 0 komentar

ღ Masyaallah Dunia Siput Yang begitu Ajaib dan indah ღ

04.51


















sumber. http://www.dakwatuna.com ^_^
Read On 0 komentar

Menu

Get this widget

Total Tayangan Halaman

Blogger templates

Social Icons


Blogger templates

Popular Posts

Popular Posts

get this widget here
Diberdayakan oleh Blogger.